<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Seni Mengelola Perbedaan Sudut Pandang</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 00:08:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3</generator>
		<item>
		<title>By: gak kuliah gak kiamat</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-7786</link>
		<dc:creator>gak kuliah gak kiamat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 09:49:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-7786</guid>
		<description>Wah terimakasih sekali pak ilmunya bener-bener mak nyus :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah terimakasih sekali pak ilmunya bener-bener mak nyus <img src='http://strategimanajemen.net/apps23/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kukuh TW</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-219</link>
		<dc:creator>Kukuh TW</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 05:55:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-219</guid>
		<description>Pak Yodhia Antariksa yth, ada peta blogger Indonesia di sini http://republikblog.com/ , gabung ya kalau tidak keberatan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yodhia Antariksa yth, ada peta blogger Indonesia di sini <a href="http://republikblog.com/" rel="nofollow">http://republikblog.com/</a> , gabung ya kalau tidak keberatan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yodhia</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-217</link>
		<dc:creator>Yodhia</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 22:52:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-217</guid>
		<description>Mas Heru...contoh konkrit kompromi mungkin sering kita alami ketika melakukan proses tawar menawar barang. Si penjual mau sedikit menurunkan harga, dan pembeli mau kompromi menaikkan harga penawarannya sehingga dicapai titik optimal.

Contoh konkrit kolaborasi misalnya terjadi dalam kasus CSR (corporate social responsibility). Untuk menghindari konflik dan resistensi dari masyarakat lokal, pihak perusahaan sejak awal melibatkan partisipasi masyarakat untuk membangun komunitas lokal. Pihak perusahaan win karena bisa membangun usahanya dengan tenang, dan pada sisi lain masyarakat lokal juga win karena bisa memperoleh kesempatan untuk memperbaiki taraf kehidupannya. 

Mas Dede....ya benar....tidak selamanya konflik itu negatif (atau destruktif)....Untuk menembus kebuntuan berpikir -- atau untuk melecut iklim kreativitas -- biasanya sejumlah perusahaan melakukan persis seperti yang anda lakukan; yakni mendorong "pertarungan atau konflik ide dan gagasan". Hanya saja memang sejak awal kita mesti memiliki koridor untuk mengendalikan proses konflik itu agar berlangsung secara sehat.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Heru&#8230;contoh konkrit kompromi mungkin sering kita alami ketika melakukan proses tawar menawar barang. Si penjual mau sedikit menurunkan harga, dan pembeli mau kompromi menaikkan harga penawarannya sehingga dicapai titik optimal.</p>
<p>Contoh konkrit kolaborasi misalnya terjadi dalam kasus CSR (corporate social responsibility). Untuk menghindari konflik dan resistensi dari masyarakat lokal, pihak perusahaan sejak awal melibatkan partisipasi masyarakat untuk membangun komunitas lokal. Pihak perusahaan win karena bisa membangun usahanya dengan tenang, dan pada sisi lain masyarakat lokal juga win karena bisa memperoleh kesempatan untuk memperbaiki taraf kehidupannya. </p>
<p>Mas Dede&#8230;.ya benar&#8230;.tidak selamanya konflik itu negatif (atau destruktif)&#8230;.Untuk menembus kebuntuan berpikir &#8212; atau untuk melecut iklim kreativitas &#8212; biasanya sejumlah perusahaan melakukan persis seperti yang anda lakukan; yakni mendorong &#8220;pertarungan atau konflik ide dan gagasan&#8221;. Hanya saja memang sejak awal kita mesti memiliki koridor untuk mengendalikan proses konflik itu agar berlangsung secara sehat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fahrizal tampubolon</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-214</link>
		<dc:creator>fahrizal tampubolon</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 06:32:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-214</guid>
		<description>Bang Yodhia, gimana tuh pendapatnya bang Dede? Koq masih seperti jaman dulu; management by conflict? Bukannya sekarang da masuk ke era management by wisdom? :-) Bisa tolong diulas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bang Yodhia, gimana tuh pendapatnya bang Dede? Koq masih seperti jaman dulu; management by conflict? Bukannya sekarang da masuk ke era management by wisdom? <img src='http://strategimanajemen.net/apps23/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Bisa tolong diulas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dede</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-211</link>
		<dc:creator>Dede</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 02:29:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-211</guid>
		<description>saya sendiri sering menciptakan suatu "konflik artificial" apabila saya ingin memulai suatu "wild brain storm" dengan semua staff saya untuk memonitor dan mengevaluasi keadaan perusahaan secara "jujur dan menyeluruh"
dari konflik ini, beberapa kali saya dapati suatu "perfect storm" yang sesuai dengan yang saya kehendaki dan pada akhirnya mendatangkan suatu pandangan dan solusi yang konstruktif terhadap beberapa hal "incaran" saya.

tapi saya peringatkan, hal ini sangat sangat berbahaya dan labil, memerlukan suatu kepemimpinan manajerial yang sangat kuat.
kalau seorang manager tidak bisa mengendalikan outcome dari konflik buatan yang dia ciptakan, kondusifitas perusahaan benar benar akan terancam.

well, no gut no glory!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sendiri sering menciptakan suatu &#8220;konflik artificial&#8221; apabila saya ingin memulai suatu &#8220;wild brain storm&#8221; dengan semua staff saya untuk memonitor dan mengevaluasi keadaan perusahaan secara &#8220;jujur dan menyeluruh&#8221;<br />
dari konflik ini, beberapa kali saya dapati suatu &#8220;perfect storm&#8221; yang sesuai dengan yang saya kehendaki dan pada akhirnya mendatangkan suatu pandangan dan solusi yang konstruktif terhadap beberapa hal &#8220;incaran&#8221; saya.</p>
<p>tapi saya peringatkan, hal ini sangat sangat berbahaya dan labil, memerlukan suatu kepemimpinan manajerial yang sangat kuat.<br />
kalau seorang manager tidak bisa mengendalikan outcome dari konflik buatan yang dia ciptakan, kondusifitas perusahaan benar benar akan terancam.</p>
<p>well, no gut no glory!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: idA.K</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-208</link>
		<dc:creator>idA.K</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 06:36:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-208</guid>
		<description>CMIIW. Ada juga konflik yang sengaja diciptakan, by design. Hal ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan organisasi yang lebih sehat, karena situasi yang adem ayem saja tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi pada level mana sebenarnya tingkat konflik di dalam sebuah organisasi. Penyelesaian konflik diharapkan bersifat konstruktif.
Mungkin perlu diulas lebih tajam juga konflik yang disebabkan karena perbedaan sudut pandang dan cara berpikir, specifically by gender.
Salam..!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>CMIIW. Ada juga konflik yang sengaja diciptakan, by design. Hal ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan organisasi yang lebih sehat, karena situasi yang adem ayem saja tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi pada level mana sebenarnya tingkat konflik di dalam sebuah organisasi. Penyelesaian konflik diharapkan bersifat konstruktif.<br />
Mungkin perlu diulas lebih tajam juga konflik yang disebabkan karena perbedaan sudut pandang dan cara berpikir, specifically by gender.<br />
Salam..!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: heru</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-207</link>
		<dc:creator>heru</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 05:07:11 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2007/11/08/seni-mengelola-perbedaan-sudut-pandang/#comment-207</guid>
		<description>Antara kompromi dan kolaborasi boleh saya diberi contoh kasus supaya lebih bisa membedakan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Antara kompromi dan kolaborasi boleh saya diberi contoh kasus supaya lebih bisa membedakan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

