<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Sonny Ericsson : Sinergi Kultural Nan Mengesankan</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 01:15:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3</generator>
		<item>
		<title>By: Easesmert</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-4085</link>
		<dc:creator>Easesmert</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 04:10:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-4085</guid>
		<description>eh.. bookmarked..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh.. bookmarked..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: N-fall</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-2964</link>
		<dc:creator>N-fall</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 01:18:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-2964</guid>
		<description>klo kultur orang indonesia yang unggah ungguh dan banyak basa basi itu penginterpretasinya gimana pabila dimplementasikan ke ranah bussines</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klo kultur orang indonesia yang unggah ungguh dan banyak basa basi itu penginterpretasinya gimana pabila dimplementasikan ke ranah bussines</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cengdi</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-2174</link>
		<dc:creator>cengdi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 09:03:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-2174</guid>
		<description>"Orang Swedia justru memiliki latar kultur yang mirip dengan Jepang yakni : amat mementingkan konsensus, suka bekerjasama (teamwork dan tidak menonjolkan individualisme), serta memiliki respek pada budaya lain."

*bukankah ini juga kultur kita sebagai org indonesia....mari indonesia jadilah diri sendiri,bukan yang lain!

keep up,republik in the middle of no where!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Orang Swedia justru memiliki latar kultur yang mirip dengan Jepang yakni : amat mementingkan konsensus, suka bekerjasama (teamwork dan tidak menonjolkan individualisme), serta memiliki respek pada budaya lain.&#8221;</p>
<p>*bukankah ini juga kultur kita sebagai org indonesia&#8230;.mari indonesia jadilah diri sendiri,bukan yang lain!</p>
<p>keep up,republik in the middle of no where!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yoga</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-1678</link>
		<dc:creator>Yoga</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 09:55:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-1678</guid>
		<description>Saya menyumbang pendapat saja, strategi Sony Ericsson ini berbeda dengan strategi dari Nokia. Ini mirip dengan kasus AMD dan Intel. Sony-Ericsson awalnya menggunakan teknologi second layer serta mengedepankan inovasi pada visualisasi, yang mana pada produk Ericsson tidak didapatkan karena seperti halnya karakter eropa yang cenderung pada budaya konservatif berbeda dengan Jepang yang dinamis. Sedangkan inovasi pada Nokia sebenarnya lebih dekat dengan budaya Jepang yaitu dinamis dan user friendly yang mana tidak didapat pada produk Ericsson sebelum bergabung dengan Sony.

Strategi pada visualisasi dari Sony sejak bergabung dengan Ericsson ini mengubah pandangan akan produk ini sehingga mampu untuk mendapatkan awareness dari publik yang saat itu masih terpatok pada visualisasi menu yang diberikan oleh Nokia dalam setiap produknya. Dan secara perlahan tapi pasti, kemudian mencoba menggerus pangsa pasar alat komunikasi selular secara global yang bahkan menggeser posisi Siemens yang kemudian mati secara perlahan-lahan karena tidak mampu memenuhi Expectacy dari customer akan bentuk visualisasi yang lebih baik. Dan pada akhirnya sih, image brand Sony-Ericsson terbentuk sebagai produk yang penuh dengan inovasi pada visualisasi atau model, yang dengan kekuatan dari segenap produk Sony seperti yang sudah dijelaskan oleh mas Yodhia Antariksa sebelumnya, dengan membenamkan fitur Cybershot dan Walkman ke dalam sebuah handphone yang pada akhirnya, pelan dan pasti akan maju menantang langsung Nokia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menyumbang pendapat saja, strategi Sony Ericsson ini berbeda dengan strategi dari Nokia. Ini mirip dengan kasus AMD dan Intel. Sony-Ericsson awalnya menggunakan teknologi second layer serta mengedepankan inovasi pada visualisasi, yang mana pada produk Ericsson tidak didapatkan karena seperti halnya karakter eropa yang cenderung pada budaya konservatif berbeda dengan Jepang yang dinamis. Sedangkan inovasi pada Nokia sebenarnya lebih dekat dengan budaya Jepang yaitu dinamis dan user friendly yang mana tidak didapat pada produk Ericsson sebelum bergabung dengan Sony.</p>
<p>Strategi pada visualisasi dari Sony sejak bergabung dengan Ericsson ini mengubah pandangan akan produk ini sehingga mampu untuk mendapatkan awareness dari publik yang saat itu masih terpatok pada visualisasi menu yang diberikan oleh Nokia dalam setiap produknya. Dan secara perlahan tapi pasti, kemudian mencoba menggerus pangsa pasar alat komunikasi selular secara global yang bahkan menggeser posisi Siemens yang kemudian mati secara perlahan-lahan karena tidak mampu memenuhi Expectacy dari customer akan bentuk visualisasi yang lebih baik. Dan pada akhirnya sih, image brand Sony-Ericsson terbentuk sebagai produk yang penuh dengan inovasi pada visualisasi atau model, yang dengan kekuatan dari segenap produk Sony seperti yang sudah dijelaskan oleh mas Yodhia Antariksa sebelumnya, dengan membenamkan fitur Cybershot dan Walkman ke dalam sebuah handphone yang pada akhirnya, pelan dan pasti akan maju menantang langsung Nokia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mariani</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-972</link>
		<dc:creator>mariani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 01:05:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-972</guid>
		<description>Hhmmm, sejauh ini saya melihat banyak sekali hal-hal yang diulas secara strategis adalah perusahaan yang menghasilkan product tangible... 


Saya usul, bagaimana jika sekali-kali dibahas mengenai product intangible seperti jasa yang cukup kompleks seperti pendidikan. Secara tidak langsung, service yang dilakukan adalah produk yang sangat erat kaitannya dengan orang-orang yang mendelivered "produk" itu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hhmmm, sejauh ini saya melihat banyak sekali hal-hal yang diulas secara strategis adalah perusahaan yang menghasilkan product tangible&#8230; </p>
<p>Saya usul, bagaimana jika sekali-kali dibahas mengenai product intangible seperti jasa yang cukup kompleks seperti pendidikan. Secara tidak langsung, service yang dilakukan adalah produk yang sangat erat kaitannya dengan orang-orang yang mendelivered &#8220;produk&#8221; itu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mrbambang</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-633</link>
		<dc:creator>mrbambang</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 04:48:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-633</guid>
		<description>Saat ini Sony Ericsson memang dikenal sebagai hape yang valuable, dengan harga hanya segini bisa mendapatkan yang sudah seperti ini jika dibandingkan dengan membeli ponsel Nokia.
Hanya saja, calon pembeli terkadang juga sering mengeluh kalo harga jual dari Sony Ericsson turun drastis yang menyebabkan banyak juga yang enggan untuk membeli Sony Ericsson walaupun mengakui keunggulannya.
Apakah ini permainan di pasarnya sendiri (distributor, counter) atau memang strategi manajemen SE Indonesia?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini Sony Ericsson memang dikenal sebagai hape yang valuable, dengan harga hanya segini bisa mendapatkan yang sudah seperti ini jika dibandingkan dengan membeli ponsel Nokia.<br />
Hanya saja, calon pembeli terkadang juga sering mengeluh kalo harga jual dari Sony Ericsson turun drastis yang menyebabkan banyak juga yang enggan untuk membeli Sony Ericsson walaupun mengakui keunggulannya.<br />
Apakah ini permainan di pasarnya sendiri (distributor, counter) atau memang strategi manajemen SE Indonesia?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aidil</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-632</link>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 02:08:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/01/28/sonny-erricson-sinergi-kultural-nan-menggetarkan/#comment-632</guid>
		<description>saya punya saudara di swedia yang pernah bekerja sebagai karyawan di Ericsson, saking cintanya dengan perusahaan ini paman saya yang bernama Ronny menamai anaknya dengan Alexander Ericsson.. Ini salah satu contoh bahwa perusahaan Ericsson memiliki manajemen yang baik terhadap para karyawannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya punya saudara di swedia yang pernah bekerja sebagai karyawan di Ericsson, saking cintanya dengan perusahaan ini paman saya yang bernama Ronny menamai anaknya dengan Alexander Ericsson.. Ini salah satu contoh bahwa perusahaan Ericsson memiliki manajemen yang baik terhadap para karyawannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

