<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kegagalan Succession Planning dan Robohnya Citibank</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 01:28:12 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3</generator>
		<item>
		<title>By: John Shtg</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-4868</link>
		<dc:creator>John Shtg</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 01:18:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-4868</guid>
		<description>Pernah menonton film dokumenter "The Corporation" ?

Istilah “Corporation” sudah muncul sejak jaman revolusi industri pertengahan abad 18, dimana prinsip-prinsip kerja dari korporasi ini mengarah ke sebuah “kepribadian” yang antisosial dan psikopat antara lain egois, pengecut, pembohong, amoral, tidak pernah merasa bersalah terhadap pihak lain, berbahaya bagi manusia yang menjadi pekerjanya, dan menghalalkan segala cara—termasuk menabrak norma-norma sosial dan aturan hukum—untuk mencapai tujuannya. Untuk menilai "kepribadian" dari orang-orang dalam perusahaan di atas  digunakan criteria diagnosis dari WHO dan standar alat diagnostik dari psychiatrists dan psikolog. Mark Akhbar dengan sangat jelas membeberkan sifat-sifat patologis korporasi dengan menggunakan sudut pandang psikologi manusia. Dari penjelasan tersebut nampak bahwa korporasi memiliki seluruh karakter seorang psikopat.

Film ini menempatkan perusahaan sebagai seorang pasien dari psikiater, dan membedah sampai seberapa jauh perkembangan perusahaan-perusahaan mempengaruhi kehidupan manusia jaman sekarang. Di dalamnya disertakan rekaman-rekaman iklan, berita TV, wawancara dengan beberapa CEO — salah satunya CEO Nike, yang ternyata setelah diwawancarai oleh Michael Moore diketahui tidak pernah mengunjungi Indonesia, salah satu tempat di mana terdapat pabrik sepatu Nike terbesar di dunia, dan tidak ingin mengunjungi — juga para peraih nobel di bidang ekonomi dan pakar-pakar ekonomi dari beberapa perguruan tinggi terkenal di Amerika Serikat.

Ada juga paparan fakta mengenai “borok-borok” perusahaan besar di dunia, mulai dari IBM yang ternyata pernah meraih keuntungan besar dalam Perang Dunia II dengan menjual sistem klasifikasi datanya (cikal bakal komputer) untuk menomori mayat korban perang, Good Year yang pernah didenda USD 80 miliar karena terbukti ikut bertanggungjawab atas terkontaminasinya ribuan orang Vietnam hingga cacat, hingga seorang jurnalis FOX Media yang pernah disogok dan diancam karena pemberitaannya — yang faktual — dianggap akan menjatuhkan citra sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat. Juga tak lupa masalah upaya privatisasi air di Bolivia dan sejumlah pencemaran alam di seluruh dunia.

Nah..kalau kita simak...mengapa perusahaan-perusahaan besar bisa hancur seperti Citibank, menurut saya memang karen faktor manusia. Keserahakan....itulah biang keroknya. 

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah menonton film dokumenter &#8220;The Corporation&#8221; ?</p>
<p>Istilah “Corporation” sudah muncul sejak jaman revolusi industri pertengahan abad 18, dimana prinsip-prinsip kerja dari korporasi ini mengarah ke sebuah “kepribadian” yang antisosial dan psikopat antara lain egois, pengecut, pembohong, amoral, tidak pernah merasa bersalah terhadap pihak lain, berbahaya bagi manusia yang menjadi pekerjanya, dan menghalalkan segala cara—termasuk menabrak norma-norma sosial dan aturan hukum—untuk mencapai tujuannya. Untuk menilai &#8220;kepribadian&#8221; dari orang-orang dalam perusahaan di atas  digunakan criteria diagnosis dari WHO dan standar alat diagnostik dari psychiatrists dan psikolog. Mark Akhbar dengan sangat jelas membeberkan sifat-sifat patologis korporasi dengan menggunakan sudut pandang psikologi manusia. Dari penjelasan tersebut nampak bahwa korporasi memiliki seluruh karakter seorang psikopat.</p>
<p>Film ini menempatkan perusahaan sebagai seorang pasien dari psikiater, dan membedah sampai seberapa jauh perkembangan perusahaan-perusahaan mempengaruhi kehidupan manusia jaman sekarang. Di dalamnya disertakan rekaman-rekaman iklan, berita TV, wawancara dengan beberapa CEO — salah satunya CEO Nike, yang ternyata setelah diwawancarai oleh Michael Moore diketahui tidak pernah mengunjungi Indonesia, salah satu tempat di mana terdapat pabrik sepatu Nike terbesar di dunia, dan tidak ingin mengunjungi — juga para peraih nobel di bidang ekonomi dan pakar-pakar ekonomi dari beberapa perguruan tinggi terkenal di Amerika Serikat.</p>
<p>Ada juga paparan fakta mengenai “borok-borok” perusahaan besar di dunia, mulai dari IBM yang ternyata pernah meraih keuntungan besar dalam Perang Dunia II dengan menjual sistem klasifikasi datanya (cikal bakal komputer) untuk menomori mayat korban perang, Good Year yang pernah didenda USD 80 miliar karena terbukti ikut bertanggungjawab atas terkontaminasinya ribuan orang Vietnam hingga cacat, hingga seorang jurnalis FOX Media yang pernah disogok dan diancam karena pemberitaannya — yang faktual — dianggap akan menjatuhkan citra sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat. Juga tak lupa masalah upaya privatisasi air di Bolivia dan sejumlah pencemaran alam di seluruh dunia.</p>
<p>Nah..kalau kita simak&#8230;mengapa perusahaan-perusahaan besar bisa hancur seperti Citibank, menurut saya memang karen faktor manusia. Keserahakan&#8230;.itulah biang keroknya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ben</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-4310</link>
		<dc:creator>ben</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 00:42:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-4310</guid>
		<description>menyabung uneg2 lagi, pagi ini 18 jun 09 pk 07.15 kembali saya ditelp dari 024-33000300, kali ini sy angkat dan dijawab, persoalan yang sama ditanyakan mau bayar apa tidak ? saya jawab kalau saya punya hutang pasti saya bayar apalagi cuma Rp 40.000, tapi itu tagihan apa, saya tidak pernah mendapat tagihan tiba2 muncul bagian kolektor menagih dengan menelphone tanpa tau waktu. O.... kasihan karyawan citibank, meminta tagihan kepada orang yang tidak berhutang apa2 kepadanya, apakah itu bisa dikatakan peminta2 belas kasihan, atau kalau tidak ya peminta2 dengan paksaan. Citibank , citibank, perbaikilah system anda, supaya tidak menyusahkan masyarakat Indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menyabung uneg2 lagi, pagi ini 18 jun 09 pk 07.15 kembali saya ditelp dari 024-33000300, kali ini sy angkat dan dijawab, persoalan yang sama ditanyakan mau bayar apa tidak ? saya jawab kalau saya punya hutang pasti saya bayar apalagi cuma Rp 40.000, tapi itu tagihan apa, saya tidak pernah mendapat tagihan tiba2 muncul bagian kolektor menagih dengan menelphone tanpa tau waktu. O&#8230;. kasihan karyawan citibank, meminta tagihan kepada orang yang tidak berhutang apa2 kepadanya, apakah itu bisa dikatakan peminta2 belas kasihan, atau kalau tidak ya peminta2 dengan paksaan. Citibank , citibank, perbaikilah system anda, supaya tidak menyusahkan masyarakat Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ben</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-4252</link>
		<dc:creator>ben</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 16:09:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-4252</guid>
		<description>Bung Yodhia dan pembaca yang budiman,  tidak sengaja saya menemukan artikel ttg citibank ini, ternyata memang nama besar belum tentu orang-orang di dalamnya mempunyai jiwa besar. Divisi Credit Card yang sangat tidak profesional sempat membuat saya naik pitam, pasalnya saya mendapat tagihan autobill yang tidak pernah saya setujui.

Setelah saya mengalah membayar sejumlah rupiah yang ditentukan satu pihak oleh citibank, hal ini otomatis  telah selesai beberapa bulan yang lalu, dan kartu telah ditutup.  hari ini Minggu 14 Juni 2009 dan kemarin  saya kembali diteror dengan bag kolektor dikatakan bahwa saya  masih mempunyai kekurangan pembayaran. Saya jelaskan bahwa saya sudah tidak pernah akan mau berhunbungan dengan citibank lagi dan hal yang dianggap masalah oleh citibank telah saya selesaikan. 

Namun ketenagan saya kembali diusik dengan telp dari no 024-33000300, Telp pertama saya sempat klarifikasi dan disebutkan saya masih mempunyai kekurangan Rp. 40.000 namun bukan besar kecilnya yang jadi masalah tapi bagaimana pengalaman saya dengan no tersebut membuat saya sangat trauma dan memancing emosi,sehingga bagaimanapun juga saya tidak lagi mau ditelp oleh no tersebut. 

Dalam telp pertama tersebut saya   menanyakan nama dan disebutkan namanya adalah hatta namun telp selanjunya selalu saya angkat tapi tidak pernah ada suara balasan. Saya jadi bingung apa sih maksudnya, masak citibank kurang kerjaan dan menghambur2kan pulsa hanya untuk menggangu ketenangan saya ?  dari pengalaman terdahulu sempat saya email dan telp ke CS namun tanggapannya hanya mengatakan bahwa CS akan menyampaikan ke bagian yang menangani dan tidak ada solusi.

Sebagai orang normal saya sangat terganggu dengan hal ini, mungkin dari Bung Yodhia atau pembaca ada yang punya usul atau saran ? Sempat saya berfikir untuk melaporkan ke polisi tapi nanti malah berkepanjangan jangan2 Jadi kasus Prita jilid 2.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung Yodhia dan pembaca yang budiman,  tidak sengaja saya menemukan artikel ttg citibank ini, ternyata memang nama besar belum tentu orang-orang di dalamnya mempunyai jiwa besar. Divisi Credit Card yang sangat tidak profesional sempat membuat saya naik pitam, pasalnya saya mendapat tagihan autobill yang tidak pernah saya setujui.</p>
<p>Setelah saya mengalah membayar sejumlah rupiah yang ditentukan satu pihak oleh citibank, hal ini otomatis  telah selesai beberapa bulan yang lalu, dan kartu telah ditutup.  hari ini Minggu 14 Juni 2009 dan kemarin  saya kembali diteror dengan bag kolektor dikatakan bahwa saya  masih mempunyai kekurangan pembayaran. Saya jelaskan bahwa saya sudah tidak pernah akan mau berhunbungan dengan citibank lagi dan hal yang dianggap masalah oleh citibank telah saya selesaikan. </p>
<p>Namun ketenagan saya kembali diusik dengan telp dari no 024-33000300, Telp pertama saya sempat klarifikasi dan disebutkan saya masih mempunyai kekurangan Rp. 40.000 namun bukan besar kecilnya yang jadi masalah tapi bagaimana pengalaman saya dengan no tersebut membuat saya sangat trauma dan memancing emosi,sehingga bagaimanapun juga saya tidak lagi mau ditelp oleh no tersebut. </p>
<p>Dalam telp pertama tersebut saya   menanyakan nama dan disebutkan namanya adalah hatta namun telp selanjunya selalu saya angkat tapi tidak pernah ada suara balasan. Saya jadi bingung apa sih maksudnya, masak citibank kurang kerjaan dan menghambur2kan pulsa hanya untuk menggangu ketenangan saya ?  dari pengalaman terdahulu sempat saya email dan telp ke CS namun tanggapannya hanya mengatakan bahwa CS akan menyampaikan ke bagian yang menangani dan tidak ada solusi.</p>
<p>Sebagai orang normal saya sangat terganggu dengan hal ini, mungkin dari Bung Yodhia atau pembaca ada yang punya usul atau saran ? Sempat saya berfikir untuk melaporkan ke polisi tapi nanti malah berkepanjangan jangan2 Jadi kasus Prita jilid 2.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: The Bungzhu &#187; Greed is Good (Serakah itu Baik)</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-3755</link>
		<dc:creator>The Bungzhu &#187; Greed is Good (Serakah itu Baik)</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 23:11:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-3755</guid>
		<description>[...] Greed is good, serakah itu baik….inilah sebuah testamen kunci yang pernah disuarakan oleh Gordon Gekko - tokoh antagonis yang diperankan dengan sangat sempurna oleh aktor Michael Douglas dalam sebuah film mempesona bertajuk Wall Street. Film besutan sutradara kondang Oliver Stone ini dirilis pada tahun 1987, berkisah tentang ambisi dan drama keserakahan para investor dan pialang saham di bursa Wall Street.Film indah itu kembali menyeruak dalam memori ingatan saya, ketika minggu-minggu ini kembali tampil eposide tragis tentang kejatuhan Lehman Brothers, sebuah firma investasi raksasa terbesar ke-4 didunia. Episode ini merupakan rangkaian dari kejatuhan banyak firma investasi sebelumnya seperti kebangkrutan Bear Stearns, kehancuran Merril Lynch dan robohnya Citibank.  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Greed is good, serakah itu baik….inilah sebuah testamen kunci yang pernah disuarakan oleh Gordon Gekko - tokoh antagonis yang diperankan dengan sangat sempurna oleh aktor Michael Douglas dalam sebuah film mempesona bertajuk Wall Street. Film besutan sutradara kondang Oliver Stone ini dirilis pada tahun 1987, berkisah tentang ambisi dan drama keserakahan para investor dan pialang saham di bursa Wall Street.Film indah itu kembali menyeruak dalam memori ingatan saya, ketika minggu-minggu ini kembali tampil eposide tragis tentang kejatuhan Lehman Brothers, sebuah firma investasi raksasa terbesar ke-4 didunia. Episode ini merupakan rangkaian dari kejatuhan banyak firma investasi sebelumnya seperti kebangkrutan Bear Stearns, kehancuran Merril Lynch dan robohnya Citibank.  [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Semesta Bertasbih Haru Biru &#187; Blog Archive &#187; Greed is Good (Serakah itu Baik)</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1962</link>
		<dc:creator>Semesta Bertasbih Haru Biru &#187; Blog Archive &#187; Greed is Good (Serakah itu Baik)</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 06:13:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1962</guid>
		<description>[...] Film indah itu kembali menyeruak dalam memori ingatan saya, ketika minggu-minggu ini kembali tampil eposide tragis tentang kejatuhan Lehman Brothers, sebuah firma investasi raksasa terbesar ke-4 didunia. Episode ini merupakan rangkaian dari kejatuhan banyak firma investasi sebelumnya seperti kebangkrutan Bear Stearns, kehancuran Merril Lynch dan robohnya Citibank.  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Film indah itu kembali menyeruak dalam memori ingatan saya, ketika minggu-minggu ini kembali tampil eposide tragis tentang kejatuhan Lehman Brothers, sebuah firma investasi raksasa terbesar ke-4 didunia. Episode ini merupakan rangkaian dari kejatuhan banyak firma investasi sebelumnya seperti kebangkrutan Bear Stearns, kehancuran Merril Lynch dan robohnya Citibank.  [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Man on the Move &#187; Blog Archive &#187; Greed is Good (Serakah itu Baik)? Renungan ini harus Anda baca</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1947</link>
		<dc:creator>Man on the Move &#187; Blog Archive &#187; Greed is Good (Serakah itu Baik)? Renungan ini harus Anda baca</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 06:03:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1947</guid>
		<description>[...] Film indah itu kembali menyeruak dalam memori ingatan saya, ketika minggu-minggu ini kembali tampil eposide tragis tentang kejatuhan Lehman Brothers, sebuah firma investasi raksasa terbesar ke-4 didunia. Episode ini merupakan rangkaian dari kejatuhan banyak firma investasi sebelumnya seperti kebangkrutan Bear Stearns, kehancuran Merril Lynch dan robohnya Citibank.  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Film indah itu kembali menyeruak dalam memori ingatan saya, ketika minggu-minggu ini kembali tampil eposide tragis tentang kejatuhan Lehman Brothers, sebuah firma investasi raksasa terbesar ke-4 didunia. Episode ini merupakan rangkaian dari kejatuhan banyak firma investasi sebelumnya seperti kebangkrutan Bear Stearns, kehancuran Merril Lynch dan robohnya Citibank.  [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Greed is Good (Serakah itu Baik) &#124; strategi + manajemen</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1908</link>
		<dc:creator>Greed is Good (Serakah itu Baik) &#124; strategi + manajemen</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 17:12:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2008/05/05/kegagalan-succession-planning-dan-robohnya-citibank/#comment-1908</guid>
		<description>[...] Film indah itu kembali menyeruak dalam memori ingatan saya, ketika minggu-minggu ini kembali tampil eposide tragis tentang kejatuhan Lehman Brothers, sebuah firma investasi raksasa terbesar ke-4 didunia. Episode ini merupakan rangkaian dari kejatuhan banyak firma investasi sebelumnya seperti kebangkrutan Bear Stearns, kehancuran Merril Lynch dan robohnya Citibank.  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Film indah itu kembali menyeruak dalam memori ingatan saya, ketika minggu-minggu ini kembali tampil eposide tragis tentang kejatuhan Lehman Brothers, sebuah firma investasi raksasa terbesar ke-4 didunia. Episode ini merupakan rangkaian dari kejatuhan banyak firma investasi sebelumnya seperti kebangkrutan Bear Stearns, kehancuran Merril Lynch dan robohnya Citibank.  [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

