<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Tahun 2050, Jumlah Penduduk Indonesia Menembus 500 juta !</title>
	<link>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/</link>
	<description>Sajian renyah tentang management skills + business strategy</description>
	<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 01:11:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3</generator>
		<item>
		<title>By: anggara46</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-10346</link>
		<dc:creator>anggara46</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 03:52:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-10346</guid>
		<description>mungkin kita bisa ambil sisi positif: yaitu separuh lebih penduduk kita sekarang(sensus 2010) adalah usia produktif *15 tahun keatas ::: https://yopie37.wordpress.com/2011/09/19/jumlah-penduduk-indonesia-259-juta/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin kita bisa ambil sisi positif: yaitu separuh lebih penduduk kita sekarang(sensus 2010) adalah usia produktif *15 tahun keatas ::: <a href="https://yopie37.wordpress.com/2011/09/19/jumlah-penduduk-indonesia-259-juta/" rel="nofollow">https://yopie37.wordpress.com/2011/09/19/jumlah-penduduk-indonesia-259-juta/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: femalita</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5391</link>
		<dc:creator>femalita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 08:50:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5391</guid>
		<description>Tidak perlu pusing, Indoensia masih luas dan banyak yang pulau yang masih kosong dan belum ditempati  dan banyak daerah yang masih lowong. Problem yang ada adalah ketidak merataan persebaran penduduk, jadi menumpuk dikota-kota besar karena dikota-kota tersebut ada kegiatan ekonomi sehingga terjadi konsentrasi penduduk di kota2 besar tersebut. Kalau pulau-pulau di Indonesia ditempati secara merata maka Indoensia akan menjadi superpower dengan kekuatan ekonomi karean kekayaan sumber alam dan penduduk yang merupakan pasar besar. Yang penting adalah bagaimana melakukan pembangunan secara merata sehingga tidak terjadi ketimpangan baik dalam konsentrasi penduduk maupun perkembangan ekonomi.

Di lain pihak negara seperti Malaysia masih kekurangan penduduk karena mereka hanya mempunyai 26 juta penduduk itupun karena ada TKI kita yang kurang lebih 2 juta dan dengan wilayah yang ada mereka berkeinginan mempunyai penduduk sebesar 60 juta untuk menjadi negara sebesar Taiwan negara yang middle size tetapi dengan income percapita yang tinggi. Jadi Indoensia dapat mengekspor penduduk  kesana dengan cara yang sophisticated, terlebih mulai Januari 2010 berlaku AFTA (Asean Free Trade Area) dimana perdagangan bebas diantara negara ASEAn akan mulai berlaku dengan taraif 0%. Perdagangan ini kemudian juga akan diikuti dengan pergerakan tenaga kerja yang secara bertahap juga akan bebas. Jadi yang penting adalah mempersiapkan manusia Indoensia dengan pendidikan yang baik  sehingga mereka bisa survive dengan membawa kebudayaan Indoensia. Thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak perlu pusing, Indoensia masih luas dan banyak yang pulau yang masih kosong dan belum ditempati  dan banyak daerah yang masih lowong. Problem yang ada adalah ketidak merataan persebaran penduduk, jadi menumpuk dikota-kota besar karena dikota-kota tersebut ada kegiatan ekonomi sehingga terjadi konsentrasi penduduk di kota2 besar tersebut. Kalau pulau-pulau di Indonesia ditempati secara merata maka Indoensia akan menjadi superpower dengan kekuatan ekonomi karean kekayaan sumber alam dan penduduk yang merupakan pasar besar. Yang penting adalah bagaimana melakukan pembangunan secara merata sehingga tidak terjadi ketimpangan baik dalam konsentrasi penduduk maupun perkembangan ekonomi.</p>
<p>Di lain pihak negara seperti Malaysia masih kekurangan penduduk karena mereka hanya mempunyai 26 juta penduduk itupun karena ada TKI kita yang kurang lebih 2 juta dan dengan wilayah yang ada mereka berkeinginan mempunyai penduduk sebesar 60 juta untuk menjadi negara sebesar Taiwan negara yang middle size tetapi dengan income percapita yang tinggi. Jadi Indoensia dapat mengekspor penduduk  kesana dengan cara yang sophisticated, terlebih mulai Januari 2010 berlaku AFTA (Asean Free Trade Area) dimana perdagangan bebas diantara negara ASEAn akan mulai berlaku dengan taraif 0%. Perdagangan ini kemudian juga akan diikuti dengan pergerakan tenaga kerja yang secara bertahap juga akan bebas. Jadi yang penting adalah mempersiapkan manusia Indoensia dengan pendidikan yang baik  sehingga mereka bisa survive dengan membawa kebudayaan Indoensia. Thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Helen</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5350</link>
		<dc:creator>Helen</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 05:07:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5350</guid>
		<description>Hmmm, demografi dan kependudukan adalah ilmu sosial yang penting dalam tatanan kenegaraan. Sebagai bagian dari masyarakat di negara yang padat penduduk memang kita perlu menyadari pentingnya pengendalian natalitas. Akan tetapi, menurut pengamatan saya yang lebih penting dari itu bagi Indonesia tercinta ini adalah pemerataan penduduk. Jadi dibandingkan dengan KB saya menilai bahwa program transmigrasi lbih penting untuk disemarakkan kembali. Yang tidak kalah penting selain itu adalah pemerataan pendidikan, sehingga meningkatkan SDM yang cukup banyak hidup di negeri ini. Alangkah sayangnya, saya selaku pengusaha sulit sekali mencari tenaga kerja yang paling tidak lulusan SMA yang bisa dibilang cerdas, bahkan parahnya banyak lulusan Universitas yang sekedar menyalin ketikan saja tidak bisa benar. Bayangkan bagaimana jika 70% penduduk Indonesia yang ada sekarang ini tingkat kecerdasan dan skillnya dibawah rata2? Mau jadi apa bangsa ini? Apalagi banyak sekali kejadian dimana para mahasiswa tidak menunjukkan intelegensia mereka melainkan bertingkah laku seperti barbarian. So sad to say, negeri ini akan "madesu" alias masa depan suram. Kembali pada soal berapa jumlah anak yang tepat, susah dikatakan. Saya berasal dari keluarga besar (8 bersaudara), akan tetapi semua memiliki usaha yang menyerap tenaga kerja. Bahkan keluarga kami masih merasa kurang memiliki orang yang bisa dipercaya untuk menjadi pimpinan sehingga kadang terlintas seandainya anak dalam keluarga ini lebih banyak tentunya mengurangi kepusingan saat ini. Hmmm, it's just my opinion. Tentunya masing2 orang punya pendapat yang berbeda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm, demografi dan kependudukan adalah ilmu sosial yang penting dalam tatanan kenegaraan. Sebagai bagian dari masyarakat di negara yang padat penduduk memang kita perlu menyadari pentingnya pengendalian natalitas. Akan tetapi, menurut pengamatan saya yang lebih penting dari itu bagi Indonesia tercinta ini adalah pemerataan penduduk. Jadi dibandingkan dengan KB saya menilai bahwa program transmigrasi lbih penting untuk disemarakkan kembali. Yang tidak kalah penting selain itu adalah pemerataan pendidikan, sehingga meningkatkan SDM yang cukup banyak hidup di negeri ini. Alangkah sayangnya, saya selaku pengusaha sulit sekali mencari tenaga kerja yang paling tidak lulusan SMA yang bisa dibilang cerdas, bahkan parahnya banyak lulusan Universitas yang sekedar menyalin ketikan saja tidak bisa benar. Bayangkan bagaimana jika 70% penduduk Indonesia yang ada sekarang ini tingkat kecerdasan dan skillnya dibawah rata2? Mau jadi apa bangsa ini? Apalagi banyak sekali kejadian dimana para mahasiswa tidak menunjukkan intelegensia mereka melainkan bertingkah laku seperti barbarian. So sad to say, negeri ini akan &#8220;madesu&#8221; alias masa depan suram. Kembali pada soal berapa jumlah anak yang tepat, susah dikatakan. Saya berasal dari keluarga besar (8 bersaudara), akan tetapi semua memiliki usaha yang menyerap tenaga kerja. Bahkan keluarga kami masih merasa kurang memiliki orang yang bisa dipercaya untuk menjadi pimpinan sehingga kadang terlintas seandainya anak dalam keluarga ini lebih banyak tentunya mengurangi kepusingan saat ini. Hmmm, it&#8217;s just my opinion. Tentunya masing2 orang punya pendapat yang berbeda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zailani</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5250</link>
		<dc:creator>Zailani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 00:25:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5250</guid>
		<description>Rezeki dari Yang Kuasa seluas langit dan bumi.  Tak perlu khawatir dengan berapapun anak yang diberi-Nya.

Di Sebagian negara Eropa, misal Jerman sudah mulai khawatir karena ratio jumlah penduduk berusia lanjut sudah semakin meninggi dibandingkan yang berusia muda.  Nah, ini akibat pasangan yg meminimalkan jumlah anak, malah udah banyak yg ogah punya anak sama sekali.  Lho...gimana jadinya nanti?  Bisa-bisa dunia ini dipenuhi orang-orang jompo...amit-amit....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rezeki dari Yang Kuasa seluas langit dan bumi.  Tak perlu khawatir dengan berapapun anak yang diberi-Nya.</p>
<p>Di Sebagian negara Eropa, misal Jerman sudah mulai khawatir karena ratio jumlah penduduk berusia lanjut sudah semakin meninggi dibandingkan yang berusia muda.  Nah, ini akibat pasangan yg meminimalkan jumlah anak, malah udah banyak yg ogah punya anak sama sekali.  Lho&#8230;gimana jadinya nanti?  Bisa-bisa dunia ini dipenuhi orang-orang jompo&#8230;amit-amit&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibnu Darriy</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5241</link>
		<dc:creator>Ibnu Darriy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 03:56:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5241</guid>
		<description>Ikut bertanggungb jawab memikirkan alam ini saya setuju banget!?? tetapi jika usia perkawinan dibatasi, sementara naluri seksual manusia tidak bisa dibendung, dan selanjutnya terjadi hubungan intim di luar koridor ikatan pernikahan semakin marak di mana-mana. Ini berarti kita turut melegalkan sesuatu yang dilarang oleh Yang Menciptakan kita. Apakah Anda setuju jika anak-anak anda melakukan perzinaan akibat dilarang buru-buru nikah (</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ikut bertanggungb jawab memikirkan alam ini saya setuju banget!?? tetapi jika usia perkawinan dibatasi, sementara naluri seksual manusia tidak bisa dibendung, dan selanjutnya terjadi hubungan intim di luar koridor ikatan pernikahan semakin marak di mana-mana. Ini berarti kita turut melegalkan sesuatu yang dilarang oleh Yang Menciptakan kita. Apakah Anda setuju jika anak-anak anda melakukan perzinaan akibat dilarang buru-buru nikah (</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johanes</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5202</link>
		<dc:creator>johanes</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 03:41:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5202</guid>
		<description>Untuk Mas  Santo.....simple tapi  padat, penuh makna spiritual
Untuk Semua,....ada  ide syarat  minimal menikah  25 tahun,  gimana kalau maksimal 30  tahun ??...yang lewat ya silahkan jadi bujang lapuk....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Mas  Santo&#8230;..simple tapi  padat, penuh makna spiritual<br />
Untuk Semua,&#8230;.ada  ide syarat  minimal menikah  25 tahun,  gimana kalau maksimal 30  tahun ??&#8230;yang lewat ya silahkan jadi bujang lapuk&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: banghen</title>
		<link>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5200</link>
		<dc:creator>banghen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:17:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://strategimanajemen.net/2009/11/23/tahun-2050-penduduk-indonesia-menembus-500-juta/#comment-5200</guid>
		<description>Saya setuju dengan mas Andika. Berikut saya copas haditsnya sebagai bahan renungan:

Dari Ma’qil bin Yasar al-Muzani radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Seorang lelaki pernah datang (menemui) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: Sesungguhnya aku mendapatkan seorang perempuan yang memiliki kecantikan dan (berasal dari) keturunan yang terhormat, akan tetapi dia tidak bisa punya anak (mandul), apakah aku (boleh) menikahinya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak (boleh)”, kemudian lelaki itu datang (dan bertanya lagi) untuk kedua kalinya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali melarangnya, kemudian lelaki itu datang (dan bertanya lagi) untuk ketiga kalinya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nikahilah perempuan yang penyayang dan subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan membanggakan (banyaknya jumlah kalian) di hadapan umat-umat lain (pada hari kiamat nanti).”

Sumber: http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/keluarga-berencana-islami.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju dengan mas Andika. Berikut saya copas haditsnya sebagai bahan renungan:</p>
<p>Dari Ma’qil bin Yasar al-Muzani radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Seorang lelaki pernah datang (menemui) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: Sesungguhnya aku mendapatkan seorang perempuan yang memiliki kecantikan dan (berasal dari) keturunan yang terhormat, akan tetapi dia tidak bisa punya anak (mandul), apakah aku (boleh) menikahinya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak (boleh)”, kemudian lelaki itu datang (dan bertanya lagi) untuk kedua kalinya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali melarangnya, kemudian lelaki itu datang (dan bertanya lagi) untuk ketiga kalinya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nikahilah perempuan yang penyayang dan subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan membanggakan (banyaknya jumlah kalian) di hadapan umat-umat lain (pada hari kiamat nanti).”</p>
<p>Sumber: <a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/keluarga-berencana-islami.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/keluarga-berencana-islami.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

